Penentuan volume suatu zat atau benda dapat dilakukan dengan metode pengukuran menggunakan alat ukur volume. Pengukuran volume secara umum dapat dilakukan dengan dua cara atau metode, yaitu pengukuran secara langsung dan pengukuran tidak langsung.
Volume cairan dapat diukur secara langsung yaitu dengan cara memasukkan cairan ke dalam gelas ukur yang sudah memiliki skala volume. Volume cairan yang diukur sama dengan skala yang ditunjukkan oleh permukaan cairan.
A. Pengukuran Volume Secara Langsung
Pada pengukuran volume menggunakan gelas ukur seperti gambar di atas, volume benda yang diukur adalah sama dengan selisih antara volume yang ditunjukkan gelas ukur sesudah benda dimasukkan dengan volume air sebelum benda dimasukkan.
Untuk gambar di atas, volume bendanya adalah:
⇒ V benda = V (air + benda) - V air
⇒ V benda = 60 mL - 40 mL
⇒ V benda = 20 mL.
Pengukuran secara langsung biasanya digunakan untuk mengukur volume benda yang bentuknya tidak beraturan. Meski begitu, metode pengukuran ini juga dapat digunakan untuk mengukur benda yang bentuknya teratur misalnya bola atau kubus.
B. Pengukuran Volume Secara Tidak Langsung
Untuk benda yang bentuknya teratur misalnya balok, kubus, kerucut, bola, dan sebagainya, biasanya pengukuran volumenya dapat dilakukan dengan cara tidak langsung, yaitu dengan mengukur sisi-sisinya kemudian menghitung volumenya berdasarkan rumus.Pengukuran volume secara tidak langsung cenderung kurang teliti jika dibandingkan dengan pengukuran secara langsung sebab dalam pengukuran tidak langsung, digunakan beberapa alat ukur dan kemungkinan salah dalam pembacaan skala lebih besar.
Rumus Volume Balok
V = p x l x t |
Rumus Volume Kubus
V = s x s x s = s3 |
Rumus Volume Bola
V = 4/3 π . r3 |
Demikianlah pembahasan singkat mengenai pengukuran volume secara langsung dan tidak langsung. Jika artikel ini bermanfaat, silahkan bagikan kepada teman anda melalui tombol share yang tersedia. Terimakasih.
0 comments :
Post a Comment